Uncategorized

Sejarah Popularitas Tumbuhan Kantong Semar di Industri Tanaman Hias Indonesia

Posted On March 4, 2015 at 8:42 am by / No Comments

Sebagai negara tropis, Indonesia bisa dikatakan surga untuk berbagai jenis tanaman. Iklim tropis yang didukung dengan banyaknya gunung api di Indonesia membuat wilayah kepulauan Indonesia mempunyai banyak hutan hujan tropis. Tanah subur dan curah hujan yang tinggi mendukung berbagai jenis tanaman untuk tumbuh dengan baik di Indonesia. Berbicara tentang tanaman hias, Indonesia memiliki peranan penting untuk menyumbang keberagaman tanaman hias dunia. Salah satu jenis tanaman hias yang banyak dijumpai di Indonesia, adalah tumbuhan kantong semar.

Termasuk dalam famili monitypic dan genus Nephentes, tumbuhan ini terdiri 80 – 100 spesies, baik yang berasal dari alam atapun dikembakbiakkan dalam laboratorium. Hingga tahun 2006, sebanyak 103 spesies telah terdata. Genus ini tergolong tumbuhan karnivora, yang mana perpanjangan dari ujung daun tumbuhan ini membentuk kanting yang dapat memangsa serangga. Di Indonesia sendiri terdapat 55 spesies, yaitu sekitar 85% dari spesies dunia. Habitat alami terbesarnya adalah di pulai Kalimantan dan Sumatra. Tanaman ini tak hanya tumbuh di daerah yang bercurah hujan dan kelembapan udara yang tinggi, namun, ia juga akan tumbuh dengan baik di daerah dengan unsur hara tanah yang rendah.

Seperti namanya, tumbuhan kantong semar memiliki ciri fisik berkantong. Secara morfologi, tumbuhan ini terdiri dari 4 bagian utama, daun, batang, akar dan bunga. Empat hal tersebut digunakan untuk membedakan spesies tumbuhan ini. Dari spesies yang berbeda-beda, tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah yang berbeda misalnya di daerah dataran rendah, dataran menengah ataupun dataran tinggi. Di alam, tumbuhan ini bisa mencapai hingga ketinggian 15 – 20 meter, yaitu dengan cara memanjat atau hidup di batang tumbuhan inangnya.

(http://www.mongabay.co.id/tag/kalimantan-tengah/)

Sejarah Tumbuhan Kantong Semar

Tumbuhan kantong semar pertama kali ditemukan di daerah Madagaskar pada pertengahan abad ke-16, jenis kantong semar ini kemudian dikenal dengan nama lathin Nephentes madagasgaris. Beberapa tahun kemudian, jenis tumbuhan yang sama ditemukan di daerah Sri Lanka, yang kemudian disebut Nephentes distillaloria atau dikenal juga sebagai Nepenthes speciosa. Pada akhir abad ke-16 tersebut, seorang ahli botani asal belanda, menemukan spesies baru dari tumbuhan ini di daerah Maluku, Indonesia, dan kemudian dikenal sebagai Nephentes Mirabilis.

(http://kompass-sintang.blogspot.com/)

Sejarah Tumbuhan Kantong Semar di Indonesia

Di Indonesia sendiri, tumbuhan kantong semar ini mulai populer pada tahun 2004. Pada saat itu, seorang penggagas divisi Nephentes  dari Malang, Jawa Timur, telah menemukan spesies baru tumbuhan kantong semar. Spesies baru tersebut ditemukan di daerah pegunungan di Jawa Tengah. Sejak saat itulah, tanaman ini menuai popularitas, tak hanya di temukan di hutan hujan tropis daerah kalimantan, namun di pulau Jawa pun tumbuhan ini dapat tumbuh.

Dari rangkaian penemuan tersebut, bertepatan dengan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-60. Tumbuhan ini menjadi salah satu tanaman hias yang dipamerkan di istana negara. Sejak saat itulah, namanya semakin menuai popularitas, dan makin meroket tiap tahunnya di kalangan para pecinta tanaman hias. Selanjutnya, banyak dari pecinta tanaman ataupun penjual tanaman mulai membiakkannya untuk di jual secara luas. Pembudidayaannya dilakukan dengan cara stek batang. Mengingat popularitasnya yang melambung dari tahun ke tahun, permintaan pasar akan tanaman ini semakin tinggi. Agar populasinya di alam terjaga, maka stek batang inilah solusinya. Hingga saat ini, tumbuhan kantong semar masih menjadi tren, bahkan untuk spesies tertentu, masuk dalam kategori tanaman hias termahal di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X